Pemilu Jangan Sampai Anarkis

Laporan : Inge Suratmining

[Unpad.ac.id, 4/02] Dalam rangka sosialisasi dan menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Diploma III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan kegiatan Seminar “Pemilu Indonesia 2009 dalam Perspektif Demokrasi Representatif”. Seminar diselenggarakan pada Rabu (4/02) di Grha Sanusi Hardjadinata, Jl. Dipati Ukur 35, Bandung.

Para pembicara seminar (Foto: Tedy Yusup)

Para pembicara seminar (Foto: Tedy Yusup)

Pembantu Dekan III FISIP Unpad Bidang Kemahasiswaan, Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si. menjelaskan, seminar ini diselenggarakan sebagai upaya membantu pemerintah dalam menyosialisasikan pentingnya pemilu 2009 dalam memilih pemimpin yang akan menentukan nasib negeri ini. Sosialisasi pemilu ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi politik masyarakat Indonesia.

“Pemilu 2009 nanti tidak boleh ada anarkis dan harus demokratis,” ujar Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Drs. Lili Permadi., M.Si., melalui kata sambutannya sekaligus membuka seminar ini. Dia berharap pemilu di Jawa Barat, dimana Unpad berada, dapat menjadi barometer pemilu di Indonesia yang berlangsung secara aman dan demokratis.

Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unpad, Drs. Affan Sulaiman, M.A., sebagai salah satu narasumber mengatakan, pemilu merupakan sebuah keharusan bagi negara yang menganut demokrasi. “Demokrasi diperkenalkan kurang lebih 2.400 tahun lalu, tetapi demokrasi itu sebenarnya diimplementasikan  oleh tiap negara secara berbeda-beda,” ujar Affan yang juga mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) ini.

Pembicara lain, dosen Jurusan Hubungan Internasional Unpad, Yanyan Mochamad Yani, Ph.D., memaparkan materi dengan tema tentang Pemilu Indonesia 2009 dan Politik Luar Negeri. “Selama ini pemilu di Indonesia tidak pernah bisa compatible di kalangan luar negeri. Oleh karena itu selayaknya calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia harus saling melengkapi kekuatan masing-masing,” tutur Yanyan. Berdasarkan data yang dimiliki, Yanyan memprediksi, akan ada 40% penduduk Indonesia yang tidak memilih (golput) pada Pemilu 2009. Jika itu terjadi, dikhawatirkan akan berdampak pada semakin tertinggalnya pembangunan bangsa kita.

Paparan terakhir disampaikan oleh Staf Pengajar Fakultas Hukum Unpad, Indra Perwira S.H., M.H., yang mengambil tema ”Pemilu Sebagai Perwujudan Hak Politik”. Menurut Indra tidak ada demokrasi yang mencapai kesempurnaan di dunia ini. ”Democracy is a living thing. Tidak ada satupun negara yang mengungkapkan bahwa demokrasi sudah selesai,” ujar Indra yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Hukum dan Dinamika Sosial Unpad.

Indra mengungkapkan, demokrasi bukan hanya sekedar mekanisme politik saja, melainkan lebih kepada sebuah sistem nilai. Ia juga menyayangkan hampir seluruh partai politik, telah kehilangan ideologi yang sebenarnya merupakan ruh dari partai tersebut. ”Sekarang demokrasi tidak lebih sekedar slogan indah untuk membangun harapan dan impian. Demokrasi adalah cara untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan rakyat,” tegas Indra. (mar)*

sumber: http://www.unpad.ac.id/archives/4618

Leave a Reply